Dear Diary


Hari ini banyak hal yang terjadi pada ku.

Dipagi hari perhatian seorang kakak membuatku senang. Tapi hanya ini kebahagiaan untuk hari ini.rasa senang itu berakhir sampai…

Kakak ku yang lain WA, “tolong bilanging …baca WA nya”(… dimaksud ia menyebutkan nama adikku). Itu lah isi pesannya. Lalu aku sampaikan pesan tersebut pada adikku.

Setelah adikku membaca WA nya, iya bertanya pada ibu “bu kata kakak jadi ga perginya, kalo jadi katanya mau pesen tiketnya”

Ibu: “iya jadi”

Adik: “pesennya bertiga kan”

Ibu: ” hmm..”

Saat itu aku tau bahwa aku tidak akan diajak, jujur aku sedih dan kecewa tapi aku masih berusaha bersikap biasa. Beberapa menit kemudian aku tidak dapat menahan apa yang kurasakan lagi, air mata pun hampir tak dapat ku bendung. 

Dengan perlahan aku pergi kekamarku. Sampai dikamar air mata langsung membasahi pipiku. Aku menangis tanpa suara, agar ibu tak mendengarnya tapi mungkin ibu tau aku sedih. Entah berapa lama aku menangis dan memaksakan diri untuk tidur, hingga akhirnya aku tertidur. Setelah tidur biasa aku akan jadi baik-baik saja, tapi tidak kali ini. Rasa kecewa itu masih ada dan sangat menyakitkan. 

Saat makan siang aku berusaha menghampiri ibu dengan sikap yang wajar, tapi kurang berhasil, rasa sakit itu membuat aku manjadi lebih pendiam dari biasanya. Setelah makan aku duduk bersama ibu nonton tv tanpa adanya banyak percakapan.

Hari ini aku beniat mengambil nilai. Saat ijin sama ibu aku mau pergi, aku sambil merapikan isi tas. Ibu berkata :”mau pergi liburan beberapa hari bertiga, biar ibu jadi pergi. Kamu dirumah temenin papa, insyaAllah kamu ada rezekinya nanti lebih banyak”. Dalam hati aku berkata tolong bu jangan katakan ini sekarang. Aku sudah berpakain rapi siap berangkat, aku tak bisa menagis sekarang tapi hatiku masih rapuh. Untuk menghindari pecakapan lebih lanjut, aku berpura-pura tertinggal sesuatu dikamar dan aku segera pergi kekamar.

[Yang membuatku sedih karena aku tak ingin ditinggal, toh adik dan kakakku ikut. Aku kecewa sangat-sangat kecewa tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku paling tak suka bejauhan dengan ibu, tapi dari dulu saat aku masih sekolah ibu sering meningkan aku dirumah beberapa hari. Tidak seperti kakakku yang bisa merengek, ngambek dan ngatakan ketidak sukaannya jika ditinggal. Aku hanya bisa diam, menangis sendiri dan ketika ibu berpergian bahkan dengan telaten aku menyiapkan makanan untuk papa dan merapikan rumah. Mungkin karena itu ibu pikir aku baik-baik saja jika ditinggal. Tapi aku tidak baik-baik saja, aku hanya berusaha agar ibu tidak khawatir, sebenarnya aku ingin ikut, aku kecewa ditinggal,aku marah, aku sedih, aku cemburu pada kakak, aku kesal, semua rasa yang menyakitkan bercampur aduk di hatiku, sangat menyakitkan seperti hatiku hancur menjadi serpihan. 

Dan ibu pergi besama kakak meninggalkanku bukan 1 atau 2 kali, tapi bekali kali. Berulang kali pula hatiku hancur, tapi aku selalu berusaha menguatkan diri dengan berkata pada diri sendiri “ga apa-apa ibu kan pergi silaturahmi kerumah sanak saudara”. 

Tapi kali ini hatiku lebih hancur karena ibu akan pergi berlibur. Ibu akan pergi liburan hanya dengan kakak dan adikku, tanpa aku. Tanpa aku ibu akan besenang-senang. Kenapa harus tanpa aku.

Papa emang tidak berlibur ketempat jauh dan papa sibuk bekerja, tapi kenapa aku yang nemenin papa (bukan berari aku ga sayang papa dan tidak ingin dekat papa, aku sayang papa tapi aku tak ingin ditinggal). Dan kenapa ibu berkata “biar ibu jadi perginya”, terus kalo sama aku emang ibu ga bisa jadi pergi. Ibuku itu, tidak keluarga kami itu bekecukupan, tapi kenapa aku tak diajak liburan. Aku yakin ibu mampu membayar biaya liburan jika ditambah 1 orang. Selain aku termasuk orang yang sulit mengungkapkan isi hati, saat ini uangku tidak cukup untuk mengikuti biaya liburan ibu.

Aaaaaa… aku ga tau kenapa aku yang ditinggal, aku mau ikut..]

Dikamar aku berusaha menenangkan diri, berfikir yang menyenangkan, aku meyakinkan diriku sepulang mengambil nilai aku akan bisa ngobrol santai kembali dengan ibu.

Hal yang kurang menyenangkan kembali menghampiri diriku..

Aku pergi mengambil nilai dengan menggunakan ojek online, karena sedang ada promo potongan tarif. Sepanjang perjalanan pikiranku melayang-layang  mengingat hal yang tak aku sukai akan terjadi kepadaku. Aku berusaha melupakan hal itu sejenak tapi tak bisa, hingga tiba ditempat tujuan. Mungkin drivernya tau aku sedang tidak fokus, saat aku tanyakan tarifnya driver menunjukan tarif yang belum dipotong promo aku pun membayar tanpa banyak tanya. Setelah berjalan beberapa langkah, aku baru sadar terjadi kesalahan. Ongkos yang aku bayar tadi belum dipotong tarif promo, aku dikibuli sama driver ojek online. Aku membayar 7x lipat dari yang seharusnya aku bayar.

Sudah lah aku pikir mungkin itu bukan rezeki aku, walau sedikit kesal karena kurang fokus dan dibohongi.

Aku segera mengambil lembar nilai, dan setelah mengurus beberapa hal aku pulang. Saat itu terbesit dalam pikiranku akhirnya ga perlu direpotkan dengan hal ini lagi.

Sampai dirumah karena belum sholat magrib aku langsung kekamar tanpa berbasa-basi, hanya memberi salam saat baru masuk rumah. Selesai sholat aku melihat nilai yang baru aku ambil tadi, ternyata ada beberapa kesalahan disana. Aku yang hati dan jiwa sedang tidak labil langsung merasa kesal, emosi, marah, sedih dan semua hal yang tak menyenangkan yang terjadi hari ini terus beputar dalam ingatan, tanpa aku sadari pipiku sudah dibahasi air mata.

Niat untuk kumpul bareng kelurga sekedar berbicang santai saat ini pun sudah tak ada. Saat kakak memanggil aku hanya menjawab dari dalam kamar, aku bilang lagi pusing. 

Bahkan saat kakak ku yang membuat aku bahagia pagi ini bertanya “kuenya potong ya”. Aku hanya menjawab iya. Dalam hati aku sangat berterima kasih dan minta maaf padanya. Mungkin kakakku ini merasa kurang dihargai, tapi aku ga mau keluar kamar sengan mata sembab dan air mata masih mengalir dipipi. 

Aku hanya sedang ingin sendiri 😭.

Aku ingin menenangkan diri, karena semua rasa buruk sedang bercampur dalam hatiku. Rasa dihatiku lebih buruk dari luka basah yang terbuka disiram garam, rasa dihatiku lebih sakit dari itu.

Air mata ku telah berhenti, tapi ingatan tentang hal semua hal yang menyakitkan terus berputar dalam ingatan, seperti film yang terus berputar. Dan kepalaku mulai terasa sakit dan sakit.

Hingga tulisan ini diposting, film itu tidak berhenti berputar dalam kepalaku. Saat aku berusaha memejamkan mata rasa yang paling sakit akan muncul dalam hatiku.

🎂Terimakasih dan Maaf

Hasil kue buatan kakakku

Pagi hari ini diberikan kue dari kakak yang ia buat sendiri malam hari sebelumnya. Walaupun ulang tahunku sudah lewat, tapi aku senang betapa perhatiannya kakakku ini ditengah kesibukannya ia rela begadang hingga tengah malam.🎂

Tapi kakak maaf di umurku yang sudah bisa dibilang dewasa ini, aku sudah tidak ingin merayakannya hari betambahnya umurku lagi, dan dari sedikit ilmu yang aku ketahui tentang agamaku, agama Islam. Merayakan ulang tahun bukan hal yang diajarkan dalam Islam.

Bagiku hari ulang tahun sama biasa seperti hari lainnya. Bahkan jika kita mengingat hari pertambahan umur ini, lebih baik diisi dengan renungan dan intropeksi diri. {Ini pendapatku ya:)}

Hari ulang tahun, bukan hari dimana yang bertambah umur diberi ucapan selamat. Melainkan hari dimana yang betambah umur harus berterimakasih kepada Ibu yang telah melahirkannya. Karena pada hari tersebut beberapa tahun yang lalu, Ibu sedang mempertaruhkan nyawanya demi mahkluk kecil yang belum pernah ibu temui, Seorang Ibu biasanya menyebutnya anugrah, titipan dan penerus jiwanya. Walaupun sebelum persalinan seorang Ibu tau resiko terburuk yang mungkin terjadi, Seorang Ibu akan tetap melahirkan buah hatinya. Itulah mengapa kita harus berterimah kasih pada Ibu saat hari pertambahan umur kita.

Tapi buat kakak ku terima kasih atas perhatian mu kepada ku. Dan aku minta maaf selain aku sudah tidak ingin merayakannya, banyak hal yang terjadi hari ini yang membuat banyak luka dihati, sehingga aku tidak bisa makan kue itu bersama. 

Sekali lagi aku sangat sangat minta maaf atas segalanya:'(

Hati-hati dengan kalimat”Jangan lupa oleh-olehnya ya!”

Seperti yang sudah diketahui kepribadian setiap orang berbeda-beda. Berbeda pula satu kalimat yang sama apabila diucapkan pada orang yang berbeda.

“Jangan lupa oleh-olehnya!” Kalimat yang biasa diucapkan bila ada keluarga, saudara, teman, sahabat atau kenalan yang akan berpergian.

Bagi orang yang akan berpergian kalimat tersebut akan memiliki respon yang bebeda. 

Bagi sebagian orang yang memiliki sifat cuek, mendengar kalimat tersebut ia akan menganggap sebagai candaan atau kebiasaan yang diucapkan kepada orang yang akan berpergian. 

Tapi bagi sebagian orang lainnya kalimat tersebut akan menjadi beban baginya, perjalanannya akan terganggu dan ia jadi kurang menikmati perjalanan tersebut, karena akan memikirkan perkataan itu. 

Ambilah contoh si A  dan B akan pergi wisata ketempat jauh dan hanya neniliki dana yang terbatas. Kenalan si A dan B mengetahui hal ini. Sebelum si A dan B pergi beberapa kenalan mengatakan “Jangan lupa oleh-olehnya ya!”. Bagi si A yang memiliki sifat cuek, kalimat tersebut tak dihiraukannya. Tapi berbeda dengan si B yang memiliki sifat berbeda, selama perjalan akan memikirkan perkataan itu, si B akan berfikir cukup ga ya dananya buat beli oleh-oleh, beli apa ya bagusnya, dimana ya belinya dan lain sebagainya. Sehingga si B kurang menikmati perjalanannya.

Hati-hati pada kalimat “Jangan lupa oleh-olenya ya!”. Mungkin maksud yang mengucapkan hanya sesuatu perkataan yang tidak serius. Tapi berbeda bagi yang mendengarnya. Kita tidak akan tahu isi hati seseorang. 

Hati-hati saat mengucapkan ” Jangan lupa oleh-olehnya ya!”. Atau lebih baik kalimat tesebut diganti dengan kalimat “Selamat besenang-senang”, “Hati-Hati dijalan”, “Semoga perjalananmu menyenangkan” atau kalimat lainnya.

Toh jika orang yang akan berpergian memang niat membawa oleh-oleh, tanpa kita tanyakan juga ia akan membawanya.😸😁💞

Salam Kenal

Ini postingan pertama.

Saya baru mulai akun wordpress. Mohon maaf jika ada kesalahan karena masih dalam proses pembelajaran dalam segala hal.
Tujuan membuat akun ini hanya ingin menyalurkan hobi dan megasah kemampuan dalam hal menulis. Jika dalam tulisan saya kedepannya terdapat kesalahan, mohon dimaafkan dan jika pembaca berkenan mohon sekiranya berikan komentar terhadap tulisan yang saya buat, sehingga saya dapat memperbaikinya dan tidak membuat kesalahan tersebut lagi.

TERIMAKASIH:)